Friday, June 24, 2011

Tren Dan Isu-Isu Informasi Karir, Perkembangan Karir, Dan Program Perkembangan Karir



Memprediksi masa depan itu tidak mudah, walaupun dalam situasi yang terbaik, akan tetapi tetap penting untuk melihat ke depan, mempertimbangkan apa yang mungkin terjadi, dan mempersiapkan diri untuk masa depan. Konselor karir seharusnya tidak cukup berpuas diri jika hanya melayani klien dengan baik. Teknologi akan terus memunculkan banyak inovasi, namun akan ada perubahan cara berpikir sebagai perubahan teori dan pasar tenaga kerja yang terus bergeser. Bab ini mencoba untuk mengidentifikasi tren dan isu-isu yang akan mempengaruhi teori perkembangan karir, penelitian, dan praktek karir dalam 25 tahun mendatang.
Herr (1974), menulis dalam National Vocational Guidance Association's tentang Vocational Guidance and Human Development. Herr memprediksi untuk dekade berikut, yang isinya yaitu: (1) meningkatkan spesifikasi objek program bimbingan kejuruan/karir; (2) konselor bertindak sebagai agen perubahan dan menunjukkan keterampilannya secara tidak langsung, dan (3) penekanan bimbingan kejuruan/karir yaitu pada pencegahan daripada perbaikan. Sejarah telah mendokumentasikan keakuratan prediksi Herr bahwa program perkembangan karir dirancang untuk menghasilkan hasil yang spesifik. Konselor saat ini lebih cenderung dievaluasi pada kemampuan mereka untuk menghasilkan hasil yang spesifik. Diperkirakan terjadi pergeseran peran konselor dari bekerja dengan individu-individu berubah sebagai agen perubah lingkungan yang tidak pernah terwujud.
Kita telah mengetahui perkembangan pada sejumlah program pengembangan karir preventif dalam kegiatan pendidikan karier tahun 1970-an, tetapi tahun 1981 ketika Ronald Reagan dipercaya sebagai pimpinan, kembali pada dasar kegiatan pendidikan yang memiliki program-program itu, tetapi program-program disebagian besar sekolah-sekolah negeri ini dihapus. Program perkembangan karir preventif masih ditempat, tetapi pada tahun 1989,1995, dan 1999 hanya sekitar 40% orang dewasa AS berada di posisi mereka saat ini karena mereka merencanakannya (Brown & Minor, 1989, 1992; Hoyt & Lester, 1995; NCDA, 1999), yang menunjukkan bahwa sebagian besar orang-orang tidak terpengaruh dengan berbagai jenis program. Survei yang dilakukan Gallup menunjukkan 10-12 juta orang dewasa setiap tahun membutuhkan bantuan dalam mencari pekerjaan.
Sepuluh tahun setelah gagasan Herr, Gysbers (1984) mengambil tugas yang sama menulis untuk The National Vocational Guidance Association. Dia membuat gagasan mengenai teori dan praktek perkembangan karir:
1.        Makna yang diberikan terhadap perkembangan karir terus berkembang dari kata-kata baru yang sederhana untuk pekerjaan “occupation” dan perkembangan pekerjaan “occupational development”, untuk kata-kata yang menggambarkan karir manusia dalam aturan, seting, dan peristiwa kehidupan yang berkembang selama rentang kehidupan manusia.
2.        perubahan substansial telah terjadi dan akan terus terjadi dibidang ekonomi, pekerjaan, industri, sosial dan struktur dimana manusia mengembangkan karir dan berinteraksi serta dimana bimbingan dan konseling karir berlangsung.
3.        Jumlah, keragaman, dan kualitas program-program perkembangan karir, peralatan, dan teknik akan terus meningkat.
4.        Manusia dilayani oleh program perkembangan karir, dimana program-program perkembangan karir dan jasa akan berlangsung meningkat dan akan terus dilakukan.
Prediksi Gysbers agak lebih umum daripada Herr dan memiliki keakuratan yang lebih tinggi. Namun, masih belum jelas apakah arti perkembangan karir sebenarnya akan diperluas. McDaniels (1989), mendefinisikan karir sebagai sesuatu yang lain selain pekerjaan yang diadakan selama masa hidup. Holland (1997), tampaknya lebih mendukung gagasan tradisional tentang karir. Namun, perubahan ekonomi, sosial, dan industri telah dipercepat, jumlah dan keanekaragaman alat perkembangan karir telah meningkat pesat. Manusia dilayani dengan perkembangan karir spesialis yang telah meningkat sejak tahun 1984.
Herr dan Gysbers membuat prediksi tentang masa depan dan perkembangan karir, seperti yang telah dicatat telah mengambil pendekatan untuk melakukannya baik umum maupun spesifik. Pada tahun 1990, Zunker membuat hampir 24  gagasan, terutama berfokus pada isu-isu dalam menghadapi para pekerja di masa depan. Sebagai contoh, ia memprediksikan bahwa masa depan akan memberikan alternatif jenis pekerjaan, seperti berbagi pekerjaan dan komunikasi (bekerja di rumah dengan komputer), tren-tren itu terdokumentasi dengan baik oleh McDaniels (1989). Namun, ia juga meramalkan bahwa pasar kerja di masa depan akan mengalami beberapa perubahan yang dramatis, sebuah prediksi yang jelas bertentangan dengan data yang disajikan sebelumnya dalam buku ini. Prediksi Zunker bahwa para pekerja akan menempatkan nilai yang kurang pada penghargaan finansial tampaknya tidak ditemukan dengan baik, mungkin karena data yang ia gunakan ditarik dari filosofi armchair daripada sumber empiris. Herr, Gysbers, dan Zunker berada pada target prediksi/gagasan mereka. Ketika mereka sangat spesifik dalam prediksi atau bergantung pada sumber data yang “salah”, maka prediksi yang dihasilkan juga bisa kurang akurat.
Edisi keenam buku ini (Isaacson & Brown, 1997) berisi 15 prediksi tentang masa depan informasi karir, konseling karir, dan perkembangan karir. Dengan dua pengecualian, prediksi ini telah didukung oleh peristiwa yang terjadi antara edisi yang lalu dan yang saat ini. Yang paling penting dari pengecualian ini harus dilakukan dengan prediksi pertemuan dalam berpikir dan praktek tentang pemberian layanan konseling untuk budaya minoritas. Faktanya adalah bahwa ide-ide dan rekomendasi untuk praktek konseling karir bagi budaya yang minoritas telah menyimpang cukup tajam sejak tahun 1997. Perbedaan ini telah begitu dramatis, sehingga prediksi ini akan diubah pada edisi kali ini.
Prediksi yang kedua tidak didukung oleh peristiwa sebagai pertemuan dalam rekomendasi tentang konseling karir bagi laki-laki dan perempuan. Perbedaan rekomendasi antara konseling karir untuk laki-laki dan perempuan telah bertahan karena kebutuhan kan keadilan, peran partisipasi, dan isu-isu awal pilihan karir ketika berhadapan dengan wanita (Melamed, 1995). Karena peristiwa tahun 2003, beberapa prediksi sebelumnya termasuk dalam edisi yang dipertahankan dan yang lainnya dibuang.



Tren-tren Informasi Karir
1.        Akan ada upaya berkelanjutan untuk meningkatkan pengiriman informasi pekerjaan. Didalam buku ini, berbagai inovasi tentang penyampaian informasi pekerjaan telah dijelaskan. Peristiwa baru-baru ini, seperti menempatkan O*NET (Occupational Outlook Handbook On The Internet). Pengembangan Karir One Stop (www.careeronestop. org) merupakan langkah penting dalam meningkatkan informasi pekerjaan di tingkat nasional. Selain itu, pengembangan sistem klasifikasi baru, harus membuat penafsiran informasi pekerjaan yang dikumpulkan oleh berbagai badan-badan federal yang lebih mudah untuk menafsirkan dan menggunakan.
Upaya untuk meningkatkan penyampaian informasi pekerjaan akan terus dilakukan dengan usaha secara tradisional dilibatkan dalam publikasi berbagai jenis informasi pekerjaan dan bisnis baru yang menarik keuntungan dari internet untuk bisa memberikan informasi pekerjaan. Upaya lembaga pemerintah juga akan dilakukan oleh individu, perusahaan, dan lembaga, seperti perguruan tinggi dan universitas, yang berharap untuk meningkatkan kualitas dan ketersediaan informasi pekerjaan.
2.        Akan ada kepekaan yang meningkat, yaitu meningkatkan upaya untuk memenuhi kebutuhan informasi pekerjaan orang dewasa. Dua survei nasional (Hort & Lester, 1995; NCDA, 1999) menyatakan bahwa sejumlah besar orang dewasa tidak pernah mengakses jenis informasi pekerjaan. Masalah yang paling akut bagi mereka yang tidak pernah menyelesaikan sekolah menengah (40% menyatakan tidak mencari sumber), dan Hispanik (35% menyatakan tidak menggunakan sumber), tapi bahkan 1/5 dari lulusan perguruan tinggi dilaporkan tidak menggunakan sumber informasi pekerjaan. Ketika data ini dipasangkan dengan informasi yang lain (misalnya, hanya 41% dari responden dilaporkan berada di pekerjaan mereka saat ini karena mereka mengikuti rencana yang pasti, dan 27% percaya bahwa mereka membutuhkan bantuan mencari informasi kerja).
3.        Jumlah sumber online tentang informasi pekerjaan telah benar-benar meledak dalam lima tahun terakhir. Tren ini nampaknya untuk mengintensifkan bahwa sumber informasi online akan hampir sepenuhnya menggantikan sumber informasi cetak. Niles dan Harris-Bowlsby (2002) mendaftar beberapa fungsi informasi yang dapat diisi oleh komputer, termasuk database pencarian; crosswalking (diartikan sebagai penghubung dua database) seperti informasi pekerjaan dan informasi pendidikan; hanya menyampaikan informasi dan menghubungkan sumber informasi untuk diperluas dan informasi yang lebih lengkap.
4.        Lulusan sekolah yang berhubungan dengan perkembangan informasi karir akan terus mengurangi penekanan pada informasi karir. 20 tahun survei program pendidikan konselor (Sampson & Liberty, 1989) menyarankan bahwa penggunakan buku teks dalam menyiapkan konselor di bidang perkembangan karir semakin menekankan konseling karir dan kurang fokus pada informasi pekerjaan. Pada saat masyarakat memerlukan informasi karir lebih lanjut, program pelatihan tampaknya kurang ditekankan oleh konselor dan psikolog untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan menggunakan informasi.
Waktu yang dihabiskan untuk informasi karir sebagian karena pengenalan kebutuhan lebih memperhatikan konseling karir. Namun, karena sebagian besar konselor dan psikolog dianjurkan untuk mengambil hanya satu saja yang berhubungan dengan berbagai aspek pengembangan karir, cakupan konseling karir menggantikan waktu yang dihabiskan untuk informasi karir. Hasilnya, konselor  spesialis karir dan perkembangan karir akan semakin harus mengandalkan pada studi mereka sendiri dan in-service training untuk pengetahuan mereka tentang informasi karir.
5.        Pemahaman dasar kita tentang bagaimana memilih dan menggunakan informasi pekerjaan akan terus mendapatkan prioritas rendah dengan para peneliti. Beberapa peneliti telah berusaha untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan efektivitas penggunaan informasi pekerjaan, dan dengan beberapa pengecualian. Asumsi para peneliti ahli perkembangan karir memahami bagaimana untuk memilih, mengevaluasi, dan menggunakan informasi karir. Terlepas dari alasan kelalaian, diharapkan ahli perkembangan karir akan terus mengabaikan topik umum informasi karir.
6.        Konselor karir dan masyarakat umum akan meningkatkan akses terhadap informasi karir melalui sistem seperti O*NET dan melalui Computer-Assisted Career Guidance Systems (CACGS) yang disediakan oleh State Occupational Information Coordinating Committees (SOICCs). Dihampir semua Negara SOICCs telah mengadaptasi atau mengembangkan CACGS, yaitu negara yang memiliki tingkat pekerjaan dan pendidikan informasi. Sebagian besar database dalam sistem ini sekarang tersedia secara online, dan jumlahnya pasti akan meningkat. Hasil dan perkembangan lainnya akan disediakan informasi pekerjaan di rumah maupun di lembaga-lembaga publik.

Tren: Pencarian pekerjaan
1.        Informasi tentang lowongan pekerjaan akan semakin tersedia secara online. Banyak pekerjaan jasa posting, termasuk Amerika’s Job Bank (AJB), telah muncul dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun posting lowongan pekerjaan di internet penuh  dengan masalah, tidak sedikit para bos/majikan dan perekrut pekerjaan menerima ribuan resume melalui e-mail, masalah ini akan diselesaikan oleh program skrining dan analog perangkat lain dengan pemeriksaan manual yang sekarang terjadi. Pengusaha dan karyawan yang potensial akan semakin menggunakan rekrutmen secara online untuk para pekerja sebagai sebuah strategi yang efisien dan efektif. (Pada tanggal 8 Desember 2005, 1.8 juta pekerjaan diposting oleh AJB.)
2.        Kompleksitas pencarian pekerjaan digabungkan dengan pasar tenaga kerja yang dinamis akan semakin membutuhkan pencari pekerjaan untuk mencari bantuan dari ahli perkembangan karir. Pencari pekerjaan dihadapkan dengan berbagai macam informasi dan sumber-sumber mulai dari yang tradisional sampai pada perkembangan database online yang terbaru. Website database online yang terbaru, seperti Monster.com, akan membuat proses pencarian pekerjaan menjadi sederhana, tetapi Simmons (2001) mencatat, mencari pekerjaan membutuhkan lebih banyak daripada membuat resume dalam database komputer. Pencarian kata kunci dapat membantu mengidentifikasi lowongan pekerjaan dan website yang berhubungan dengan iklan surat kabar tentang lowongan pekerjaan. Website dapat memberikan informasi gaji yang komparatif dengan lokasi geografis. Link untuk database seperti O*NET dapat menyediakan data tentang persyaratan pekerjaan, sedangkan yang lain seperti versi online dari Occupational Outlook Handbook memberikan deskripsi pekerjaan dan prediksi tentang masa depan pekerjaan. Sederhananya, pekerja akan dipaksa untuk mengidentifikasi dan mengasimilasi informasi lebih lanjut tentang pekerjaan yang sebelumnya. Akan muncul bagaimana mencari pekerjaan secara sederhana, namun prediksi disini adalah bahwa kekayaan informasi akan menghasilkan pencari pekerjaan mencari dengan menafsirkan informasi yang tersedia bagi mereka.

Tren-tren: Konseling Karir
1.        Konseling karir akan semakin diakui sebagai sebuah konseling khusus yang membutuhkan keahlian dalam konseling pribadi dan karir serta terkait penilaian strategi.  Crites (1981) adalah salah satu advokat pada posisi awal ini. Baru-baru ini banyak buku (misalnya, Brown & Brooks, 1991; Spokane, 1991) dan artikel (misalnya, Brown, 1995; Krumboltz, 1993; Subich, 1993) telah mengambil posisi yang sama dengan menekankan hubungan antara kesehatan mental dan konsentrasi karir dan menegaskan bahwa konselor dan psikolog perlu dipersiapkan untuk menangani hal ini dengan baik.
2.        Sertifikasi konselor karir akan menjadi perhatian dikalangan konselor dan psikolog. Sampai saat ini, banyak instansi pemberi lisensi psikologis yang memberikan lisensi umum untuk berlatih dan untuk sebagian besar psikologi tidak konsen tentang kredensial konselor karir. Namun, lisensi resmi pertama berlaku untuk konselor (Virginia) yang berisi kesepakatan untuk mengenal spesialisasi konseling karir. Meskipun tidak banyak kemajuan yang telah dibuat untuk mewujudkan prediksi ini sejak pertama kali dibuat pada tahun 2000, tampaknya hal ini masih layak.
3.        Ada kelanjutan dari pemikiran tentang praktek konseling karir untuk pria dan wanita. Kebanyakan buku-buku konseling karir saat ini mengandung bagian pada kebutuhan-kebutuhan konseling karir khusus perempuan (misalnya, Gysbers, Heppner, & Johnston, 2003; Herr & Cramer, 1996). (Zunker, 2002) juga mengungkapkan beberapa bab tentang kebutuhan khusus pria, sedangkan yang lain mempertimbangkan topik gender secara serempak (Misalnya, Brown & Brooks, 1991).
Fakta biologis bahwa perempuan melahirkan anak dan laki-laki tidak harus menjadi pertimbangan dalam konseling karir. Jadi harus ada sosialisasi peran gender dan dampak pada perkembangan karir dan pilihan karir. Melanjutkan realitas tentang pilihan karir awal, partisipasi peran, dan diskriminasi di tempat kerja harus diatasi ketika wanita konseling  dengan masalah karir.
4.        Perhatian akan diberikan terhadap isu-isu yang terlibat dalam konseling budaya minoritas. Salah satu hasil dari fokus ini akan mengadopsi strategi yang berbeda pada setiap tahapan proses ketika memberikan konseling karir bagi kaum minoritas. Misalnya, ada spekulasi yang beralasan bahwa penduduk asli Amerika yang lebih cenderung visual daripada auditori (Okun, Goreng, & Okun, 1999). Hal ini berdampak pada penyajian informasi pekerjaan dan interpretasi tes. Leong (1993) menemukan bahwa sebagian orang Amerika Asia lebih suka gaya pengambilan keputusan dependent yang memiliki dampak luar biasa untuk menyediakan layanan konseling pada kelompok ini karena literatur perkembangan karir banyak yang didasarkan pada gagasan bahwa klien lebih suka independen dalam gaya pengambilan keputusannya. Faktor lain yang akan memerlukan perubahan dalam praktek konseling karir bagi perbedaan etnis minoritas yaitu dalam perspektif waktu, tampilan emosi, dan perbedaan gaya nonverbal dan verbal (Okun et al.,1999).
Sebagaimana dicatat di buku ini, konselor karier harus peka terhadap nilai-nilai orientasi budaya, etnis minoritas dan orientasi seksual (misalnya, Gelberg & Chojnacki, 1995), serta faktor-faktor lain yang membedakan dalam proses konseling karir. Sebuah upaya telah dilakukan untuk memusatkan perhatian kita pada faktor-faktor seperti komunikasi dan gaya pengambilan keputusan, serta variabel lain yang pasti akan mempengaruhi baik proses dan hasil dari konseling karir. Betz (1993) menunjukkan, informasi dari literatur konseling multikultural harus dimasukkan ke dalam literatur konseling karir. Ini termasuk rekomendasi yang dikemukakan oleh Arrendondo dkk (1996).
5.        Teori John Holland (1997) akan terus mendominasi penilaian minat dan penelitian tentang variabel-variabel seperti kepuasan kerja. Namun teori sociocognitive Lent, Brown, dan Hackett (2002) dan teori perkembangan batasan dan kompromi Gottfredson (2002) cenderung mendapatkan perhatian yang meningkat. Teori Gottfredson terutama ditunjukkan oleh para peneliti, tampaknya tidak berdampak besar terhadap praktek di masa depan. Sebagai penulis teori sociocognitive telah menunjukkan (Puasa et al, 2002), ada sebuah kebangkitan yang diminati oleh peneliti dalam teori sociocognitive, dan ini telah diterjemahkan menjadi peningkatan penggunaan teori oleh praktisi.
Teori perkembangan karir Super (1990) nampaknya kurang mendapat perhatian dari para praktisi dan peneliti karena konstruksi segmental sulit untuk menghasilkan hipotesis dan karena kompleksitasnya sulit diterapkan. Teori belajar sosial  Krumboltz (Mitchell & Krumboltz, 1996) juga kurang mendapat perhatian, karena sama dengan Lent dkk (2002). Lent dan rekan-rekannya memasukkan self-efficacy Bandura (1986) kedalam teori mereka. Satu fakta yang merusak teori Krumboltz yaitu Bandura merevisi teori pembelajaran sosial (Bandura, 1977) dimana teorinya lebih menekankan pada peran self-efficacy dan kognisi serta kurang menekankan pada belajar sejarah. Krumboltz (Mitchell & Krumboltz, 1996) telah mengungkapkan ada pendekatan untuk konseling karir berdasarkan teori yang dapat diterima oleh para praktisi. Pengaruh masa depan teori lain dari perkembangan karir dibahas dalam Bab 2 dan 3 lebih sulit diramalkan, walaupun semua akan memiliki dampak pada penelitian dan praktek. Teori penyesuaian kerja telah ada dalam literatur profesional sejak akhir tahun 1960-an, telah selesai disosialisasikan hampir dua dekade lalu (Dawis & Lofquist, 1984), dan masih belum mengambil dukungan yang luas dari para praktisi. Mungkin hal ini tidak akan pernah, meskipun telah banyak yang menawarkan.
Teori postmodern (Bloch, 2005; Bright & Pryor, 2005; Young, Valach, & Collin, 2002) akan semakin mendapatkan perhatian sehingga kita maju ke dalam abad kedua puluh satu. Banyak kekuatan mengantarkan kegiatan ini, tidak sedikit yang menerima filsafat postmodern. Gerakan multikultural dan rekomendasi (misalnya, Arrendondo dkk, 1996) muncul dari pendukung gerakan ini.
6.        Komputer lebih banyak digunakan oleh masyarakat, nampaknya banyak konseling karir yang rutin akan disediakan oleh CACGS. Seperti yang dilaporkan pada bab sebelumnya, dapat diperkirakan bahwa lebih dari 10 juta orang dewasa telah menggunakan sistem panduan karir dengan bantuan komputer untuk mengeksplorasi pilihan karir pada suatu saat dalam kehidupan mereka. Jika jumlah anak-anak dan remaja di negara-negara seperti Texas dan Wisconsin yang saat ini menggunakan sistem ini untuk mendapatkan informasi kerja untuk menjelajahi pilihan karir, maka akan meningkat secara dramatis. Sebagai anak-anak di seluruh negara yang sedang diperkenalkan dengan CACGS di sekolah, mereka menjadi lebih dewasa, dan permintaan serta penggunaan CAGGS akan meningkat.
7.        Pemikiran postmodern telah membuat dampak yang luar biasa pada konselor karir yang bekerja sama dengan klien mereka. Buku Amundson (2003) dan artikel Neimeyer (1988,1992), Savickas (1997), dan Bloch (2005) memberikan panduan yang jelas untuk berbagai aspek penilaian karir dan konseling karir. Buku-buku yang lebih tradisional, seperti Gysbers dkk (2003), juga menggabungkan ide-ide postmodern menjadi rekomendasi terhadap praktek. Hasilnya adalah bahwa ide-ide postmodern akan memiliki dampak yang lebih besar pada masa depan, meskipun tidak mungkin mereka akan menggantikan pendekatan tradisional. Praktek perkembangan karir masih sebagian besar didasarkan pada basis filsafat modern yang menyatakan bahwa tes dan inventori adalah alat yang berguna, dan beberapa postmodernis, seperti Amundson, mengenali nilai mereka.

Tren-tren: Program Perkembangan Karir
1.        Konseling karir dan program perkembangan karir akan berlanjut beroperasi tanpa dasar empiris yang kokoh. Herr dan Cramer (1996) mengidentifikasi sejumlah daerah dalam domain perkembangan karir yang perlu penyelidikan empiris. Dalam banyak hal, akan lebih mudah untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang tidak menjamin penelitian tambahan. Saran-saran Holland (1997) banyak yang diterima, dan kami telah menemukan bahwa hampir semua jenis interpretasi tes dan inventori dapat meningkatkan pengetahuan klien (Goodyear, 1990). Namun, kami bahkan belum mulai menjawab pertanyaan klasik: “Apa jenis intervensi yang paling bermanfaat yang sesuai dengan tipe klien?” Kami menjawab pertanyaan dasar mengenai tipe konselor atau konseling yang paling efektif, atau mulai memahami sepenuhnya sistem interaksi manusia dan komputer (Sampson, 1990). Herr dan Cramer menyarankan, banyak riset perlu dilakukan.
2.        Program perkembangan karir akan terus menjadi penting, itu akan menjadi sekunder untuk gerakan reformasi sekolah bahwa banyak tantangan di sekolah-sekolah negeri. Hasilnya adalah komprehensif, program perkembangan karir disetiap distrik/kabupaten seperti yang dibahas dalam bab sebelumnya akan sulit diimplementasikan. Ini tidak berarti bahwa setiap sekolah tidak dapat memiliki program perkembangan karir yang luar biasa atau program komprehensif tidak mungkin untuk dikembangkan.
ASCA (National Model for School Counseling Programs) 2003, menawarkan kepada konselor sekolah bahwa dasar pemikiran untuk perkembangan karir yang komprehensif yang diintegrasikan kedalam program konseling di seluruh sekolah. Buku-buku authoritative bertujuan mendukung penerapan model ASCA (misalnya, Brown & Trusty, 2005) dengan cepat menambah materi yang tersedia untuk membuat program. Hasilnya adalah distrik sekolah-sekolah sudah terlibat dalam pelaksanaan model ini, meskipun jumlahnya mustahil untuk dipastikan.
3.        Program perkembangan karir di bidang bisnis dan industri akan terus mengalami penurunan. Sekarang, lebih dari bisnis yang pernah mengadopsi filosofi "bottom line", yaitu, pengeluaran untuk program-program seperti perkembangan karir harus menambah keuntungan organisasi. Karena jenis hubungan sebab-akibat sulit menetapkan jumlah program yang baru dan jumlah program yang ada kemungkinan akan berkurang.



Ringkasan
Masa depan memang sulit untuk ditebak, meskipun track record di lapangan sangat cocok. Prediksi dalam bab ini didasarkan pada penilaian terbaik setelah melakukan pemeriksaan yang seksama di lapangan. Namun, konselor karir harus terus-menerus waspada terhadap perubahan dalam berpikir dan praktek, khususnya dalam penelitian. Sayangnya, kami bertahun-tahun jauh dari waktu ketika praktek perkembangan karir yang akan didorong oleh penelitian. Dengan tidak adanya penelitian, teori menjadi lebih penting karena memberikan dasar pemikiran untuk praktek yang sistematis.

3 comments:

  1. selamat pagi pak paul, perkenalkan nama saya rohmah helmikawaty, mahasiswi fakultas psikologi UNJANI. saya sangat terkesan dan berterimakasih pada bapak yang telah memposting artikel ini. terimakasih banyak untuk informasinya pak. semoga suatu saat nanti saya bisa bertemu dan berdikusi bersama bapak. salam dan sukses selalu untuk bapak :) -rohmah

    ReplyDelete
  2. You're Welcome.... ^_^
    Salam Sukses juga ya....

    ReplyDelete
  3. Mohon maaf Bapak Paul Arjanto, bisakah saya minta kajian pustakanya, agar memperkaya sumber bacaan saya ? Terimakasih. Salam Kenal Andreas Setiawan

    ReplyDelete