Sunday, December 11, 2011

Panduan Model Evaluasi BK (Michigan)


Program Audit
Michigan Comprehensive Guidance and Counseling Program (MCGCP)

Program audit digunakan untuk menilai program bimbingan dan konseling sekolah yang dibandingkan dengan Michigan Comprehensive Guidance and Counseling Program (MCGCP).. Audit ini didasarkan dan disesuaikan dari The ASCA National Model: A Framework for School Counseling Programs  (2003). Hal ini disajikan untuk menetapkan standar bagi program bimbingan dan konseling sekolah; dan awalnya diselenggarakan ketika sebuah program telah dirancang dan kemudian setiap tahunnya dijadikan dasar untuk menilai kemajuan pengembangan program konseling sekolah. Dengan menggunakan temuan dari pelaksanaan program dan hasil tahunan, kekuatan-kekuatan dan area-area yang perlu mengalami perbaikan telah ditentukan dan tujuan telah ditetapkan untuk mengikuti program tahunan sekolah. Disarankan bahwa setiap konselor menyelesaikan audit ini secara perorangan, dan kemudian mendiskusikan hasilnya sebagai dan atau didalam kelompok untuk mencapai kesepakatan tentang sebagaimana setiap area dari program ini dapat dirasakan/berdampak.

 Sekolah/Wilayah: ...........................................................  Tanggal: .............................................
Nama orang yang bertanggung jawab untuk audit ini: ...........................................
Konselor sekolah akan mengevaluasi setiap kriteria dalam program audit berdasarkan modus respon berikut:
Tidak memuaskan
:
Tidak ada atau sangat sedikit yang telah dicapai pada pernyataan ini

Membutuhkan perhatian
:
Pekerjaan telah dicapai pada pernyataan ini, tapi beberapa aspek tertentu perlu ditangani atau diperkuat

Berfungsi baik
:
Pernyataan ini telah sesuai/ dijalani dan tidak memerlukan perubahan saat ini

dokumentasi/catatan
:
Gunakan bagian ini untuk mencatat klarifikasi lebih lanjut atau mendokumentasi tentang hal ini.

PONDASI/DASAR

1.     FILOSOFI (VISI)
Filosofi (visi) adalah seperangkat prinsip dan keyakinan yang memandu pengembangan, implementasi, dan evaluasi program bimbingan dan konseling sekolah.

Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
1.1
Sebuah pernyataan filosofi (visi) telah ditulis untuk program bimbingan dan konseling sekolah.




1.2
Pencerminan sistem keyakinan berkaitan kecakapan semua siswa berhasil dalam kemampuan untuk pencapaian.




1.3
Percaya pada hak siswa untuk program bimbingan dan konseling sekolah.




1.4
Termasuk rencana dari kegiatan untuk menutupi kesenjangan pada populasi siswa minoritas/yang tidak semestinya dilayani.




1.5
Fokus pada pencegahan utama, intervensi dan perkembangan kebutuhan siswa.




1.6
Mengidentifikasi orang-orang untuk terlibat dalam pelaksanaan kegiatan-kegiatan program.




1.7
Mengidentifikasi siapa yang akan merencanakan dan mengelola program tersebut.




1.8
Mendefinisikan bagaimana program akan dievaluasi dan oleh siapa.





1.9
Mendukung  ASCA Ethical Standards for School Counselors.




1.10
Pernyataan filosofi (visi) telah diterima oleh para konselor,  administrator, dewan penasehat, dewan pengurus sekolah, dan stakeholder penting lainnya.






2.     MISI
Misi ini diselenggarakan untuk tujuan bimbingan pendidikan dan program konseling, serta dampak langsung dan jangka panjang tentang apa yang diinginkan untuk semua siswa, 5 sampai10 tahun setelah mereka lulus.
Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
2.1
Pernyataan misi telah ditulis untuk program bimbingan dan konseling sekolah.




2.2
Ditulis bersama siswa sebagai klien utama.




2.3
Ditulis untuk setiap siswa.




2.4
Menunjukkan isi atau tolok ukur yang harus dipelajari.




2.5
Berkaitan dengan tujuan, visi, dan misi kota, kabupaten, dan sekolah.




2.6
Menunjukkan hasil jangka panjang yang diinginkan/diharapkan untuk semua siswa.




2.7
Pernyataan misi telah diterima oleh konselor, administrator, dewan penasehat, dewan sekolah, dan stakeholder penting lainnya.







3.     BIDANG DAN TUJUAN
Tujuannya adalah perpanjangan dari misi dan berfokus pada hasil yang akan dicapai oleh siswa seiring waktu mereka meninggalkan sistem sekolah. Area bidang akademik, karir, dan perkembangan pribadi/sosial dijadikan sebagai tujuan dasar untuk program bimbingan dan konseling sekolah.
Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
3.1
Tujuan telah ditulis untuk program bimbingan dan konseling sekolah.




3.2
Mencerminkan area akademik, karir, perkembangan pribadi/sosial.




3.3
Mengidentifikasi kerangka kerja untuk mengorganisir tujuan dan tolok ukur (yaitu, pengetahuan, sikap dan keterampilan).




3.4
Mengidentifikasi struktur pengembangan program bimbingan dan konseling sekolah, dari tingkat K-12, dan berfokus pada apa yang akan diukur.




3.5
Tujuan telah diterima oleh para konselor, administrator, dewan penasehat, dewan sekolah, dan stakeholder penting lainnya.









4. STANDAR DAN TOLAK UKUR MCGCP
Standar dan tolak ukur meliputi pengetahuan, sikap, dan kemampuan yang dapat diobservasi dan ditransfer dari situasi pembelajaran kepada situasi kehidupan nyata dan di dokumentasikan dengan hasil pengukuran.
Tolak ukur merupakan kumpulan pernyataan atau indikator dari apa yang seharusnya siswa ketahui dan mampu dilakukan dalam rangka menunjukkan bahwa mereka mengalami kemajuan kearah tujuan mereka yang sejalan dengan panduan program bimbingan dan konseling sekolah. Standar dan tolak ukur di kembangkan dan di susun dalam area akademik, karier, dan perkembangan pribadi/sosial.
Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
4.1
Standar dan tolak ukur siswa telah ditulis yang berhubungan langsung dengan 3 ranah pengembangan dari akademik, karier, dan pribadi/sosial.




4.2
Pengembangan Tolak ukur  siswa yang sesuai telah ditetapkan secara spesifik untuk setiap tingkatan atau kelas.




4.3
Tolak ukur yang dipilih di dasarkan pada asesmen dari  kebutuhan siswa dan dapat di ukur serta dapat di observasi.




4.4
Tujuan menunjukkan keterkaitan dengan misi program bimbingan dan konseling sekolah, misi  sekolah, dan hasil siswa yang di harapkan.




4.5
Tolak ukur siswa yang di tulis telah diterima oleh para konselor, administrator, dewan penasehat, dewan sekolah dan stakeholder penting lainnya.






SISTEM PENYAMPAIAN

5. KURIKULUM BIMBINGAN
Kurikulum bimbingan sekolah memuat pelajaran pengembangan terstruktur yang dirancang untuk membantu siswa dari tingkat K-12 dalam mencapai kompetensi dan ditampilkan secara sistematis melalui aktivitas kelas dan kelompok. Tujuan dari kurikulum bimbingan sekolah adalah untuk memperlengkapi semua siswa dengan pengetahuan dan kemampuan yang sesuai dengan tingkatan perkembangan mereka serta disusun untuk membantu siswa memperoleh, mengembangkan, dan menunjukkan berbagai kompetensi dalam area akademik, karier, dan pribadi/sosial.
Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
5.1
Kurikulum bimbingan sekolah untuk ketiga ranah telah ditulis dan disesuaikan berdasarkan kebutuhan siswa yang teridentifikasi.




5.2
Seluruh siswa menerima isi untuk membangun pengetahuan, sikap, dan ketrampilan untuk meningkatkan pengembangan akademik, karir, dan pribadi/sosial dalam satu bentuk yang sistematis.




5.3
Isi dapat diukur dengan memanfaatkan hasil yang didasarkan pada asesmen, seperti pre-post test, hasil kreasi atau demonstrasi.




5.4
Peralatan, kelengkapan, dan fasilitas tersedia untuk mendukung penyampaian program bimbingan dan konseling.




5.5
Keefektifitasan kurikulum dievaluasi secara berkelanjutan.





5.6
Kurikulum bimbingan sekolah telah di terima oleh para konselor, administrator, dewan penasehat, dewan sekolah, dan stakeholder penting lainnya.






6. PERENCANAAN INDIVIDUAL SISWA
Rencana perorangan siswa terdiri dari kegiatan-kegiatan yang disampaikan oleh konselor sekolah dalam bentuk yang sistematis untuk membantu siswa secara perindividu/perorangan dalam membangun tujuan personal dan rencana pengembangan masa depan.
Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
6.1
Terdapat pendekatan yang sistematis dalam membantu siswa membuat rencana pengembangan pendidikan yang sesuai.




6.2
Terdapat pendekatan yang sistematis untuk membantu siswa memahami dirinya sendiri melalui interprestasi terhadap test yang terstandar dan asesmen lainnya.




6.3
Perlengkapan tersedia pada tingkat lanjutan untuk membantu siswa membuat rencana pengembangan pendidikan yang sesuai.




6.4
Rencana perorangan siswa meliputi: penilaian individu, pertimbangan individu, dan penempatan siswa.




6.5
Bahan/materi yang akurat dan efektif di distribusikan untuk mendukung usaha perencanaan perorangan siswa dan orang tua/wali mereka.




6.6
Perlengkapan yang berskala daerah yang digunakan untuk perencanaan perorangan siswa telah diterima oleh para konselor, administrator, dewan penasehat, dewan sekolah, dan stackeholder penting lainnya.





7.       LAYANAN RESPONSIF
Layanan responsif dalam program dan layanan bimbingan konseling sekolah terdiri dari aktivitas untuk memenuhi kebutuhan siswa yang mendesak yang mencakup konseling, konsultasi, alih tangan, fasilitas teman sebaya,atau informasi.
Kreteria
Pernyataan Audit
Tidak
memuaskan
Membutuhkan perhatian
Berfungsi  baik
Dokumentasi/ catatan
7.1
Setiap siswa dari tingkat K-12 menerima pendidikan pencegahan untuk mengenali pilihan-pilihan hidup di bidang akademik, karir, dan pembangunan pribadi/sosial.




7.2
Siswa dibantu untuk memecahkan masalah terdekat yang mengganggu akademis, karir, dan pembangunan pribadi / sosial mereka.




7.3
Ada ketentuan yang sistematis dan konsisten untuk rujukan bagi siswa yang menunjukkan hambatan untuk belajar




7.4
Layanan responsif meliputi konseling individual dan konseling kelompok kecil, fasilitas teman sebaya, konseling krisis, konsultasi/kolaborasi, dan arahan.




7.5
Prosedur-prosedur telah ditetapkan untuk memastikan intervensi bagi siswa yang teridentifikasi.





8.       SISTEM PENDUKUNG

No comments:

Post a Comment