Sunday, December 11, 2011

Keterampilan Dasar Komunikasi - Konsekuensi Logis (Logical Consequences)


Proses belajar sangat didasarkan pada konsekuensi perbuatan-perbuatan (Dreikurs & Grey, 1968). Rencana-rencana konseli yang dibuat untuk masa depannya mungkin akan memiliki konsekuensi-konsekuensi tertentu pada kehidupannya. Sebagai contoh, seseorang ingin berpindah pekerjaan hanya karena pekerjaan yang lainnya memiliki bayaran lebih banyak. Namun demikian, pergantian pekerjaan tersebut mungkin akan mengganggu kehidupan keluarganya karena harus berpindah tempat tinggal, yang juga akan mengakibatkan masalah-masalah lainnya. Di sisi yang lain, mungkin ada pekerjaan lain yang akan membawa konsekuensi positif yang tidak terduga. Menjelaskan konsekuensi-konsekuensi yang mungkin terjadi kepada konseli, bila dilakukan dengan tepat dan cermat, akan sangat membantu dalam wawancara konseling.

Jenis-Jenis Respon Logical Consequences:
  1. “Peringatan”, adalah memberikan informasi tentang kemungkinan-kemungkinan/ konsekuensi-konsekuensi negatif yang mungkin akan muncul dari sebuah perbuatan/keputusan. Memberikan “peringatan” akan mengurangi keputusan konseli untuk mengambil resiko. Hal penting dari “peringatan” ini adalah “mengantisipasi punishment”. Dalam proses konseling, konseli mungkin saja mengambil keputusan untuk melakukan hal-hal yang beresiko, tanpa sadar penuh akan hal-hal (positif) lainnya yang masih mungkin untuk dilakukan. Membantunya mengenali konsekuensi-konsekuensi negatif dari rencana/perbuatannya mungkin akan sangat bermanfaat.
  2. Mendorong mengambil resiko atau mencoba tugas/hal baru. Beberapa konseli mungkin telah terkondisikan oleh rasa terancam dan kekhawatiran akan konsekuensi negatif sehingga mereka enggan melakukan aksi-aksi. Dalam keadaan demikian, konselor perlu mendorong agar mereka mengambil resiko dengan terlebih dahulu dijelaskan konsekuensi-konsekuensi positif dari tugas/perbuatan dimaksud.
  3. Antisipasi Reward, adalah bentuk respon “logical consequences” di mana konseli diminta untuk membayangkan konsekuensi positif dan reward yang akan dihasilkan dari sebuah perilaku/aksi.
  4. Merangking Konsekuensi Positif dan Negatif. Ini biasanya dilakukan untuk membuat keputusan yang kompleks.

Langkah-langkah memberikan respon “logical consequences”:
  1. Pastikan anda memahami situasi yang diceritakan konseli dan bagaimana konseli memahami situasi tersebut.
  2. Saat konseli sudah mulai mengarah pada pengambilan keputusan, fasilitasi mereka untuk mempertimbangkan konsekuensi positif dan negatif dari keputusannya. Ini sering dilakukan dengan teknik questioning.
  3. Berikan data konsekuensi positif dan negatif dari keputusannya. Konselor bisa meminta konseli untuk menceritakan apa yang kira-kira akan terjadi nanti bila ia melaksanakan keputusannya atau tetap pada perilakunya yang sekarang. Bila ia cenderung hanya berpikir yang negatif, bantulah ia memikirkan yang positif. Begitu juga sebaliknya.
  4. Dalam situasi yang tepat, sampaikan ringkasan (summary) konsekuensi positif dan negatif dengan cara yang tidak menghakimi. Langkah ini mungkin tidak dibutuhkan untuk beberapa konseli; mereka mungkin akan langsung membuat keputusan.
  5. Biarkan konseli mengambil keputusan atas rencana apa yang akan diambil.

Bentuk respon Logical Consequences:
Konsekuensi logis yang kongkrit dan spesifik, dengan format “jika... maka...”

Contoh:
“Heni, jika kamu memilih untuk tetap tidak masuk sekolah, maka kamu akan kehilangan kesempatan sama sekali untuk mendapatkan nilai yang baik dan naik kelas. Namun jika kamu memilih untuk masuk kelas, maka kesempatan itu masih terbuka lebar untukmu”.

No comments:

Post a Comment